Oknum Ketua RT di Tangerang Minta Jatah dari Bansos



Seorang oknum ketua RT di Kampung Pulo, Desa Telok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dilaporkan memotong bantuan sosial tunai imbas Covid-19 yang diterima warga dari pemerintah pusat.  Ketua RT tersebut meminta jatah rokok dari bantuan yang diterima warga.

Camat Kresek HA Zaenudin mengatakan, bantuan tunai diberikan langsung ke warga melalui kantor pos sebesar Rp600 ribu.  Setelah diberikan, ada kemungkinan si RT tersebut meminta imbalan dengan alasan untuk membeli rokok.

HA Zaenudin mengatakan, kemungkinan si RT diberi uang oleh penerima karena telah mendata dan keliling kampung.  Di Desa Telok sendiri ada 276 kepala keluarga yang menerima bantuan.

Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar mengatakan oknum RT yang memotong bantuan di Desa Telok telah diproses oleh pihak kepolisian.  Zaki juga telah mengimbau jajarannya agar tidak melakukan hal serupa.

Zaki meminta tegas kepada seluruh jajarannya untuk tidak mengambil keuntungan dari bantuan sosial saat pandmei corona.  Jika masih ditemukan adanya pungutan, Zaki akan melaporkan langsung dan menyerahkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Kresek AKP Suryana menjelaskan, begitu informasi ada oknum RT yang memotong bantuan warga pada Jumat (1/5/2020) kemarin, kepala desa langsung memanggil seluruh RT.  Ternyata ada satu RT di Desa Telok yang meminta jatah dari bansos pemerintah.

AKP Suryana mengatakan bahwa si RT ini meminta jatah dengan bahasa minta uang rokok karena ketua RT ini melakukan pendataan ke warga penerima bansos.  Ketua RT ini meminta jatah sebesar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

Menurut Camat Kresek HA Zaenudin, masalah ini sudah diselesaikan secara musyawarah, tidak dibawa ke jalur hukum.  Uang yang diambil ketua RT Kampung Pulo dikembalikan ke warga penerima bansos. 
Oknum Ketua RT di Tangerang Minta Jatah dari Bansos Oknum Ketua RT di Tangerang Minta Jatah dari Bansos Reviewed by denblangkon on May 02, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.