Ojol boleh Bawa Penumpang, Gojek dan Grab Diminta Menyiapkan Protokol Kesehatan yang Ketat



Dengan diperbolehkannya kembali ojek online untuk mengangkut penumpang meski daerah tersebut berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka Kementrian Perhubungan akan segera mengirim surat kepada pihak aplikator ojek online.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang ditetapkan pada 9 April 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya akan segera menyurati aplikator yakni Gojek dan Grab untuk menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Pihak aplikator diminta untuk melakukan pengawasan secara ketat pada drivernya.  Sehingga para driver patuh pada aturan yang dibuat oleh pemerintah ini.

Dengan kebijakan ini diharapkan semua pihak untuk mendukung, sehingga para ojol tetap mendapatkan penghasilan dan virus corona juga tidak semakin menyebar.

Budi mengatakan, pada prinsipnya butuh kerja sama antara aplikator, pengemudi, kemudian kepada penumpang bisa menuntut, jika pengemudi tidak ada protokol kesehatan, tidak usah naik saja.  Pengawasan tidak hanya ke petugas, tetapi juga masyarakat.

Untuk itu para pengemudi ojol diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya.  Mereka diminta untuk senantiasa memakai masker dan sarung tangan.

Selain itu, pengemudi juga diminta untuk tidak membawa penumpang ketika sedang demam.  Begitu juga dengan penumpang agar menggunakan masker dan tidak bepergian ketika sedang sakit.  
Ojol boleh Bawa Penumpang, Gojek dan Grab Diminta Menyiapkan Protokol Kesehatan yang Ketat Ojol boleh Bawa Penumpang, Gojek dan Grab Diminta Menyiapkan Protokol Kesehatan yang Ketat Reviewed by denblangkon on April 12, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.