Hukuman Bagi Warga yang Tidak Patuh Saat Karantina dari Berbagai Negara


Wabah virus corona menyebar di berbagai negara, dan upaya-upaya pencegahan semakin di gencarkan.

Berbagai macam upaya dilakukan, seperti lockdown wilayah, memberikan denda kepada masyarakat, sampai ancaman dengan kekerasan.  Dari semua hukuman itu bertujuan untuk kebaikan bersama.

Berikut hukuman bagi warga yang "ngeyel" terkait pencegahan penyebaran corona di masing-masing negara.

Mombasa, tembakan gas air mata
Hukuman tembakan gas air mata ini bertujuan untuk menertibkan warga di wilayah Mombasa, Afrika.


Dengan gas air mata, para warga dipaksa untuk masuk ke dalam kapal feri.  Warga harus berada di dalam kapal feri sebelum jam malam di Mombasa tiba.

Australia, menerapkan denda
Pemerintah Australia menghukum warga yang masih berada di luar rumah saat kondisi belum kondunsif.

Di kawasan Victoria telah ada 10 individu dan beberapa instansi bisnis yang dikenai denda karena tidak taat.

Selain itu petugas keamanan dari Unit Koordinasi Industri Seks telah memberikan denda hampir 100 juta bagi sebuah panti pijat di Frankston, yang berada di pinggiran kota Melbourne, Victoria, Australia.

Filipina, hukuman tembak mati
Filipina menerapkan hukuman ektrem ini, karena kasus virus corona sudah mencapai diangka 2.311 pasien.  Presiden filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kepada aparat keamanan polisi dan militer untuk menembak orang yang tidak taat saat kebijakan lockdown.

Selain lockdown juga di berlakukan kebijakan jam malam bagi warga di Filipina.

India, hukuman sit-up
Pemerintah India menerapkan hukuman sit-up bagi warga yang masih keluyuran saat diberlakukan lockdown di wilayah India.

Selain sit-up bagi orang yang melanggar aturan lockdown juga akan dihukum squat-jump.
Hukuman Bagi Warga yang Tidak Patuh Saat Karantina dari Berbagai Negara Hukuman Bagi Warga yang Tidak Patuh Saat Karantina dari Berbagai Negara Reviewed by denblangkon on April 03, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.